
Makassar, 24 Juli 2026 — Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Toha Machsum, didampingi Kasubag Umum, Wahidah, turut menghadiri Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI ke Provinsi Sulawesi Selatan yang diselenggarakan di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jumat (24/7). Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi. Pertemuan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR RI tersebut dihadiri oleh anggota Komisi X DPR RI, kementerian/lembaga mitra kerja, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan, kebudayaan, kepemudaan, olahraga, perpustakaan, riset, inovasi, dan statistik.
Kunjungan kerja ini bertujuan memperoleh gambaran faktual mengenai pelaksanaan kebijakan, efektivitas program, penyerapan anggaran, serta berbagai tantangan dalam penyelenggaraan urusan pendidikan, kebudayaan, kepemudaan dan olahraga, perpustakaan, riset dan inovasi, serta statistik di Sulawesi Selatan. Hasil pertemuan diharapkan menjadi bahan evaluasi pelaksanaan fungsi pengawasan DPR RI sekaligus masukan dalam pembahasan anggaran dan penyusunan regulasi di tingkat nasional.
Pada sesi diskusi, para peserta secara aktif menyampaikan masukan dan pertanyaan terkait berbagai isu strategis, antara lain pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan, penguatan pendidikan inklusif, pelestarian dan pemajuan kebudayaan, pengembangan literasi dan layanan perpustakaan, penguatan ekosistem riset dan inovasi daerah, pembinaan kepemudaan dan olahraga, serta penguatan sistem statistik nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Iqbal Nadjamuddin, menyampaikan masukan agar mekanisme penyediaan buku untuk perpustakaan sekolah dapat semakin diperkuat melalui koordinasi dan fasilitasi pemerintah pusat. Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemerataan ketersediaan bahan bacaan sekaligus mendukung tata kelola pemanfaatan Dana BOS yang semakin akuntabel, efektif, dan tepat sasaran.
Kehadiran Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan dalam forum ini merupakan wujud komitmen untuk terus mendukung kebijakan nasional, khususnya dalam penguatan bahasa dan sastra sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan pendidikan dan pemajuan kebudayaan di Sulawesi Selatan.


















